"kenapa haji?"
"yang lain semua ada partner ni" ujarnya diiringi tawa..
harus jawab apa? ikut tertawa saja lah. kalau segalanya di tangan aku, kalau segalanya yang bakal berlaku itu aku tahu, mudah lah aku beri jawapan. kalau dengan teman-teman sebaya, boleh saja aku bisikan jawapan yang bisa mencuit hati muda kami. paling tidak pun jawapan bernada sinis, tapi bisa membuat tawa kami terburai. *senyum*
sejak usia menginjak ke fasa dewasa, sering sangat dihujani dengan soalan-soalan yang berbaur seperti itu. aku ambil ia sebagai usikan cuma. namun walau ia hanya sekadar usikan, bohonglah kalau aku katakan bahawa aku tidak tercuit sedikit pun. rasa tercuit itu ada, cuma sebagai manusia biasa yang mana takdir aku adalah di atas aturan-Nya, apa lah daya aku. aku hanya manusia biasa yang berjalan menurut apa yang telah tertulis untuk aku di Loh Mahfuz sana.
satu yang kita semua harus pegang, Tuhan itu tidak pernah zalim kepada hamba-Nya. setiap apa yang berlaku, setiap apa yang direncanakan, pasti saja punya nilai yang Dia mahu kita kutip dan simpan.
berpegang lah kepada tali Allah..
Have Faith..
nota: Ibu kalut suruh aku tonton Semanis Kurma. aku ngeri. bukan tak mahu percaya.
0 orang cakap:
Post a Comment