Monday, July 21, 2014

Aku bunga yang hampir mati

Aku bunga yang hampir mati
Terdampar di padang luas
Kering dibahang garang matahari

Aku bunga yang hampir mati
Yang dahulu bugar
Diulit bermacam tangan
Lemah di dalam cumbuan 
Mabuk menikmati nafas keras para pemuja

Aku bunga yang hampir mati
Dititis embun pagi
Nyaman nya terasa mengalir
Sedikit demi seinci
Menangkap setiap sendi
Mengisi rongga yang lopong
Gering tidak lagi menyiksa dan mencela
Sirna terus
Dan aku merasa hidup
Tidak bugar namun sedikit mekar

Aku bunga yang hampir mati
Pada pagi yang unggu 
Aku menyapa embun semalam
Untuk ajarkan tertib dan rukun
Agar dapat aku bersujud
Demi sebuah kehidupan yang baharu

Aku bunga yang hampir mati
Lembar sejarah yang hitam
Gelap dan pekat
Dibiar mereput dicumbu alam dan tanah
Membajai kehidupan ini
Sehingga nanti tiba masanya
Untuk aku kembali.


SK, 2014
Pulau Pinang

Thursday, July 10, 2014

MURNI BUMI PALESTINE
















Kota ini kota yang tidak pernah sunyi
Bahkan ia tidak pernah mati
Biarpun beribu riwayat terhenti
Walau jiwa berani pulang menemui Illahi
Kota ini tidak sekali-kali sunyi dan mati.

Tanah yang seharusnya subur murni
Menggeletar menahan jejak yang berlari
Berlumba dengan bedilan berapi
Tidak sekali mereka takutkan mati
Bahkan teguh membenteng bumi sendiri.

Palestin, tanah berlumur darah suci
Hiduplah kembali seperti apa yang dijanji janji
Semangatmu yang sehangat api
Menyalakan setiap titip doa kami
Hiduplah Palestine, kota yang tidak pernah sunyi dan mati. 


SK
Pulau Pinang, 2014

arjuna raga ♥ sinderela

Daisypath Anniversary tickers